Tidak ada salahnya untuk mengambil sesuatu yang baik , bahkan dari sesuatu yang kita benci atau yang tidak sukai, Berikut adalah sebuah lagu di tahun 2005, lagu theme song nya Singapore dalam memperingati kemerdekaannya,
Reach Out for the Skies
At a time when hope was low
The journey seems unsure
But through it all
We’ve kept the flame alive
jangkaulah keinginanmu setinggi langit, ketika malahan harapan itu hampir sirna, dan ketika perjalanan hidup seperti tidak pasti, namun peliharalah selalu semangat dalam hidupmu
Now standing proud and tall
Our spirit strong and free
Building on hopes and dreams
It’s here we want to be
Dan Sekarang berdiri dengan Kebanggaan..setinggi mungkin
Semangat Semakin kuat dan berkembang bebas
terus membangun harapan dan mimpi
tetap cinta pada tanah air
Dan seterusnya anda artikan sendiri.....................
Chorus
Let’s reach out for the skies
With wings we soar up high
Our dreams we’ll all achieve
We’ll make our destiny
Let’s reach out for the skies
With wings we soar up high
Our dreams we’ll all achieve
Let’s soar and reach for the skies
When I think about my dreams
The future it can beThe time has come for me
To strive and to achieve
With hopes within our heartsAs one hand in hand
For family and our friendsLet’s do the best we can
...Lagu ini pertama kali kubaca dan kutanamkan di tahun 2005, dan tahun 2006 ketika senyata-nyatanya mempunyai Keinginan tinggi untuk berubah, anmun harapan begitu rendahnya ..dan perjalan hidup kedepan seolah kabur, namun tetap kupelihara api semangat didalam hidupku.
Sekarang Mimpi yang dulu telah kuraih, Aku telah sukses untuk mimpiku dulu, namun ku tetap semangat untuk terus membuat mimpi-mimpi baru...
FlashBack of Novwan Nazar Journey...
August 14, 2009
August 7, 2009
Sajak Seorang Tua untuk Istrinya
Sajak Seorang Tua untuk Istrinya
W.S. Rendra
...Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra
serta mencipta dan mengukir dunia
Kita menyandang tugas
kerna tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi de mi kehormatan seorang manusia
Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita dalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya....
W.S. Rendra
...Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra
serta mencipta dan mengukir dunia
Kita menyandang tugas
kerna tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi de mi kehormatan seorang manusia
Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita dalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya....
July 16, 2009
Jangan Menyerah (D'Masiv)
Untuk Rekan yang akan, sedang dan selalu berjuang
Jangan Menyerah ....
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
<*>
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesaliSegala yang telah terjadi
Back to <*>
<**>
Tuhan pasti ‘kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Back to <*><**>
Novwan
From Jakarta with Love
Jangan Menyerah ....
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
<*>
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesaliSegala yang telah terjadi
Back to <*>
<**>
Tuhan pasti ‘kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Back to <*><**>
Novwan
From Jakarta with Love
June 30, 2009
4 hal diantara orang gagal masuk di Oil & GAS
1. Tidak Punya Kenalan
Kenalan , koneksi, relasi dibutuhkan sekali untuk dapat berkecimpung di dunia oil dan gas, apalagi bagi orang yang tidak memulai karirnya di oil dan gas setamat kuliah melainkan telah berpengalaman atau bekerja di perusahaan yang bukan oil & gas. Tetapi ini bukan masalah dasarnya, masalah dasarnya adalah orang tau kalau perlu kenalan namun tidak mau mencari kenalan, atau tidak berusaha untuk mencari kenalan, kalaupun mencari kenalan atau dapat kenalan lebih dari ego untuk mendapatkan sesuatu dari kenalan tersebut dari pada menjalin relasi / silahturahmi untuk dapat saling memberi dan menerima, sehingga perkenalan tidak berlangsung lama atau hambar.
2. Tidak mempunyai kompetensi
Masih banyak orang yang ingin bekerja di oil dan gas namun masih mengharapkan aji mumpung untuk dapat bekerja di oil dan gas tanpa tahu apa yang harus dipersiapkannya. Melamar suatu pekerjaan tanpa tahu apa yang dilakukan/tanggung ajwab dari pekerjaan dari yang dilamarnya, dan berusaha mencari tahu cara melakukannya. Ingat ! kadang kita harus mempantaskan diri kita terlebih dahulu dengan suatu pekerjaan, sebelum kita melamar ke pekerjaan tersebut.
3. Tidak bersungguh-sungguh atas apa yang diinginkannya.
Setelah seseorang mengidamkan sesuatu, biasanya hanya terbatas menginginkan dan mengharuskan hal itu didapat tanpa mau mencari tahu cara untuk mendapatkannya.
4. Belum terdesak
Kalau mengacu ke istilah entrepreneurship, seseorang belum mau buka usaha kalau belum kepepet, sama juga ke oil dan gas, ....saran saya ..buatlah kondisi kepepet pada diri anda
Kenalan , koneksi, relasi dibutuhkan sekali untuk dapat berkecimpung di dunia oil dan gas, apalagi bagi orang yang tidak memulai karirnya di oil dan gas setamat kuliah melainkan telah berpengalaman atau bekerja di perusahaan yang bukan oil & gas. Tetapi ini bukan masalah dasarnya, masalah dasarnya adalah orang tau kalau perlu kenalan namun tidak mau mencari kenalan, atau tidak berusaha untuk mencari kenalan, kalaupun mencari kenalan atau dapat kenalan lebih dari ego untuk mendapatkan sesuatu dari kenalan tersebut dari pada menjalin relasi / silahturahmi untuk dapat saling memberi dan menerima, sehingga perkenalan tidak berlangsung lama atau hambar.
2. Tidak mempunyai kompetensi
Masih banyak orang yang ingin bekerja di oil dan gas namun masih mengharapkan aji mumpung untuk dapat bekerja di oil dan gas tanpa tahu apa yang harus dipersiapkannya. Melamar suatu pekerjaan tanpa tahu apa yang dilakukan/tanggung ajwab dari pekerjaan dari yang dilamarnya, dan berusaha mencari tahu cara melakukannya. Ingat ! kadang kita harus mempantaskan diri kita terlebih dahulu dengan suatu pekerjaan, sebelum kita melamar ke pekerjaan tersebut.
3. Tidak bersungguh-sungguh atas apa yang diinginkannya.
Setelah seseorang mengidamkan sesuatu, biasanya hanya terbatas menginginkan dan mengharuskan hal itu didapat tanpa mau mencari tahu cara untuk mendapatkannya.
4. Belum terdesak
Kalau mengacu ke istilah entrepreneurship, seseorang belum mau buka usaha kalau belum kepepet, sama juga ke oil dan gas, ....saran saya ..buatlah kondisi kepepet pada diri anda
Test Psycology
Mudah-mudahan jadi info yang berguna… Agak panjang …
1. Tes IntelektualYang terdiri dari berbagai macam, yaitu:
a. CFIT=Culture Fair Intelegence Tes; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
b. TIU=Tes Intelegensi Umum; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
c. TKD=Tes Kemampuan Dasar; Untuk mengukur kemampuan dasar individu
d. AA=Army Alpha; Untuk mengetahui daya tangkap/daya konsentrasi orang
e. ADKUDAG=Administras i dan Keuangan; Untuk mengetahui kemampuan administrasi dan keuangan
f. IST=Tes inteligensi; Yang terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa struktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu.
2.Tes Kepribadian
a. EPPS=Edwards Personal Preference schedule; Alat tes yang mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor)
b. DAM&BAUM=Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang); Untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for BAUM Test:
Anda akan dikasi kertas kosong dan diberi perintah untuk bikin gambar pohon, trus di kertas lain gambar orang, dikasih kertas lagi gambar pohon, orang&rumah. ini termasuk dalam test kepribadian.Yg diliat tuh, besar-kecil gambar, tarikan garis (tegas/ga atau patah2), letak gmbar (kanan-kiri, atas-bawah, center) biasanya testee juga ditanya klo gambar pohon, itu pohon apa? Klo orang (dia lagi ngapain,trus jenis kelaminnya apa?), klo yg disuruh orang,rumah&pohon, itu untuk melihat keselarasan orang tersebut menghadapi dua aspek:rumah&pohon
c. WARTEGG; Untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek
Spoiler for Wartegg Test:
Dalam Wartegg Test, lo akan diberikan selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus-stimulusny a, kemudian testee akan diberikan perintah untuk melengkapi gambar yg ada di kotak itu.Isi dari masing2 gambar:-
gbr 1: menyangkut hal2 yg berhubungan dengan penyesuaian diri yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan -
gbr 2: menunjukkan fleksibilitas perasaan-
gbr3: mengukur hasrat untuk maju/ambisi-
gbr 4: mengukur bagaimana seseorang mengatasi kesulitan-
gbr 5: mengukur bagaimana cara bertindak-
gbr 6: mengukur cara berpikir/analisa & sintesa-
gbr 7: menyangkut kehidupan dan perasaan (apakah sudah stabil/kekanakan)-
gbr 8: mengenai kehidupan sosial/hubungan sosialJika pernah mungkin lo bertanya-tanya apa fungsi tes itu, ternyata tes di atas bukan untuk mengetahui kemampuan nggambar lo tapi untuk mengetahui kepribadian lo dari cara lo nggambar.Tips:- Yang perlu lo inget adalah untuk garis lengkung: gambar benda hidup dan untuk garis lurus yang kaku: gambar benda mati- Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang, misal: jika saat mengambar lo terlalu sering menghapus atau kotor menandakan kalo lo orang yang peragu atau tidak terencana dan kalo lo menggambar terlalu kuat untuk garis yang seharusnya lembut berarti lo termasuk orang yang keras kepala- Apa yang lo gambarpun menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ. kalo lo nggambar sesuatu yang “biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan berbeda dibanding kalo lo nggambar “sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain dan berwawasan”
d. Tes Pauli; Untuk mengukur sikap kerja dan prestasi kerja (daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaiaan, ketekunan & konsistensi, kendali diri)
e. KRAEPLIEN; Untuk mengungkap ketelitian,kecepata n,kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for Tes KRAEPPELIN dan PAULI:
Ga ada perbedaan (ini yang bikin pusing... )Semua berisikan kertas dan angka yg membedakan hanya cara dan jumlah isinya dan KRAEPPELIN memiliki jumlah deret angka yg lbh bnyk. Biasanya sang psikolog hanya menginstruksikan "pindah" pada waktu tertentu dn berbeda2 utk melihat daya tahan otak dan konsistensi Strategi usil: - Kerjaiin tuh tambah-tambahan angka tapi isinya asal aja yang penting penuh. Buat hasil normal biasanya kolom terselesaikan cuma 2 - 3 tapi klo mau dianggap jenius lu kerjain 3-5 kolom.- Nah, ketika sampai di kolom 13 sampai 20 lu harus betul betul ngerjaiinnya.- Setelah itu isi ga jadi masalah.- Yang terakhir pada kolom 40 sampai 43 lu harus betul betul juga ngerjainnya dijamin deh hasil nya pasti bikin bingung orang yang ngetes tapi ati2 ngerjainnya jgn sampe ketauan pengawas!
f. RM = The Rothwell Miller; Untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis pekerjaan g. PAPI Kostick; Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili need atau role tertentu, tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti yang spsesifik, konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need atau role dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan system kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.
1. Tes IntelektualYang terdiri dari berbagai macam, yaitu:
a. CFIT=Culture Fair Intelegence Tes; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
b. TIU=Tes Intelegensi Umum; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
c. TKD=Tes Kemampuan Dasar; Untuk mengukur kemampuan dasar individu
d. AA=Army Alpha; Untuk mengetahui daya tangkap/daya konsentrasi orang
e. ADKUDAG=Administras i dan Keuangan; Untuk mengetahui kemampuan administrasi dan keuangan
f. IST=Tes inteligensi; Yang terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa struktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu.
2.Tes Kepribadian
a. EPPS=Edwards Personal Preference schedule; Alat tes yang mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor)
b. DAM&BAUM=Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang); Untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for BAUM Test:
Anda akan dikasi kertas kosong dan diberi perintah untuk bikin gambar pohon, trus di kertas lain gambar orang, dikasih kertas lagi gambar pohon, orang&rumah. ini termasuk dalam test kepribadian.Yg diliat tuh, besar-kecil gambar, tarikan garis (tegas/ga atau patah2), letak gmbar (kanan-kiri, atas-bawah, center) biasanya testee juga ditanya klo gambar pohon, itu pohon apa? Klo orang (dia lagi ngapain,trus jenis kelaminnya apa?), klo yg disuruh orang,rumah&pohon, itu untuk melihat keselarasan orang tersebut menghadapi dua aspek:rumah&pohon
c. WARTEGG; Untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek
Spoiler for Wartegg Test:
Dalam Wartegg Test, lo akan diberikan selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus-stimulusny a, kemudian testee akan diberikan perintah untuk melengkapi gambar yg ada di kotak itu.Isi dari masing2 gambar:-
gbr 1: menyangkut hal2 yg berhubungan dengan penyesuaian diri yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan -
gbr 2: menunjukkan fleksibilitas perasaan-
gbr3: mengukur hasrat untuk maju/ambisi-
gbr 4: mengukur bagaimana seseorang mengatasi kesulitan-
gbr 5: mengukur bagaimana cara bertindak-
gbr 6: mengukur cara berpikir/analisa & sintesa-
gbr 7: menyangkut kehidupan dan perasaan (apakah sudah stabil/kekanakan)-
gbr 8: mengenai kehidupan sosial/hubungan sosialJika pernah mungkin lo bertanya-tanya apa fungsi tes itu, ternyata tes di atas bukan untuk mengetahui kemampuan nggambar lo tapi untuk mengetahui kepribadian lo dari cara lo nggambar.Tips:- Yang perlu lo inget adalah untuk garis lengkung: gambar benda hidup dan untuk garis lurus yang kaku: gambar benda mati- Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang, misal: jika saat mengambar lo terlalu sering menghapus atau kotor menandakan kalo lo orang yang peragu atau tidak terencana dan kalo lo menggambar terlalu kuat untuk garis yang seharusnya lembut berarti lo termasuk orang yang keras kepala- Apa yang lo gambarpun menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ. kalo lo nggambar sesuatu yang “biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan berbeda dibanding kalo lo nggambar “sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain dan berwawasan”
d. Tes Pauli; Untuk mengukur sikap kerja dan prestasi kerja (daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaiaan, ketekunan & konsistensi, kendali diri)
e. KRAEPLIEN; Untuk mengungkap ketelitian,kecepata n,kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for Tes KRAEPPELIN dan PAULI:
Ga ada perbedaan (ini yang bikin pusing... )Semua berisikan kertas dan angka yg membedakan hanya cara dan jumlah isinya dan KRAEPPELIN memiliki jumlah deret angka yg lbh bnyk. Biasanya sang psikolog hanya menginstruksikan "pindah" pada waktu tertentu dn berbeda2 utk melihat daya tahan otak dan konsistensi Strategi usil: - Kerjaiin tuh tambah-tambahan angka tapi isinya asal aja yang penting penuh. Buat hasil normal biasanya kolom terselesaikan cuma 2 - 3 tapi klo mau dianggap jenius lu kerjain 3-5 kolom.- Nah, ketika sampai di kolom 13 sampai 20 lu harus betul betul ngerjaiinnya.- Setelah itu isi ga jadi masalah.- Yang terakhir pada kolom 40 sampai 43 lu harus betul betul juga ngerjainnya dijamin deh hasil nya pasti bikin bingung orang yang ngetes tapi ati2 ngerjainnya jgn sampe ketauan pengawas!
f. RM = The Rothwell Miller; Untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis pekerjaan g. PAPI Kostick; Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing mewakili need atau role tertentu, tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti yang spsesifik, konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need atau role dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan system kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.
June 15, 2009
Puisi Mac Arthur
Doa untuk Putraku
Tuhanku...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...
Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"
Tuhanku...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...
Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"
May 22, 2009
Hasil test
1 menunggu Medical
1 Menunggu test Kompetensi
1 menunggu test user
2 menunggu panggilan Test kompetensi
berharap lulus semua, amin
1 Menunggu test Kompetensi
1 menunggu test user
2 menunggu panggilan Test kompetensi
berharap lulus semua, amin
May 1, 2009
Berjalan dengan kecepatan Berlari
Perlukah anda berlari kencang untuk mengejar ketinggalan anda..perlukah anda berlari kencang untuk mengejar cita-cita anda ..TIDAK !!, anda hanya akan mendapatkan keletihan...namun bagaimana bisa anda dapat mengejar cita-cita anda kalau hanya dengan berjalan...TENTU BISA, langkah-langkahnya :
1. Perbesarlah kemampuan anda
2. Perbesarlah kekuatan anda
3. Tambahkan diri anda dengan ilmu-ilmu baru
4. TIngkatkan kreatifitas anda
5. Lapangkanlah hati anda
Maka setelah semua itu diri anda akan menjadi besar..dan segera dapat mengejar cita-cita anda.
"Seekor Herder hanya memerlukan dua langkah untuk mencapai jarak tertentu ..bandingkan dengan seekor pudel..yang harus berlari"
1. Perbesarlah kemampuan anda
2. Perbesarlah kekuatan anda
3. Tambahkan diri anda dengan ilmu-ilmu baru
4. TIngkatkan kreatifitas anda
5. Lapangkanlah hati anda
Maka setelah semua itu diri anda akan menjadi besar..dan segera dapat mengejar cita-cita anda.
"Seekor Herder hanya memerlukan dua langkah untuk mencapai jarak tertentu ..bandingkan dengan seekor pudel..yang harus berlari"
April 17, 2009
The beginning ...
April 3, 2009
Made in China
April 2, 2009
March 25, 2009
My Work
Ada perubahan organisasi besar-besaran di BPMIGAS, sebelumnya saya bernaung di Divisi Operasi Fasilitas Konstruksi, Dinas Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sub dinas K3 lepas pantai, dalam seminggu ini bergabung dengan Divisi Operasi Penunjang, Dinas Fasilitasi Teknis Operasi, Subdinas Inspeksi dan Sertifikasi, tidak tahulah minggu depan akan ditempatkan dimana, sekarang bernostalgia dulu dengan pekerjaan-pekerjaan lama.




Kalimantan, witnessing load out and Installation of Seturian platform, ber jam-jam dari siang ke siang, akhirnya pemasangan platform dengan system sliding boat to boat with cantilever beam dapat terselenggara dengan baik, salah satu system anak bangsa dengan harga murah tanpa menggunakan Hercules yang berbiaya mahal.
nemenin bapak dari migas, sebagai BPMIGAS kita hanya memastikan bahwa proyek hydrotest ini terselenggara dengan baik dihadiri oleh semua yang berkepentingan kemudian memeriksa report hasil pengetesan dan prosedure pengetesan harus sesuai dengan spec dan item yang ditenderkan,

LNG Tangguh , Bintuni , Papua, Inspeksi instalasi yang ada di LNG tangguh sekaligus training tentang proses pembentukan LNG dari gas alam. Its nice view in Papua.

Merak , Banten , Ships inspection related to HSE matters, hard discussion with the captain , the owner, and the user to makesure that the ships is OK to use.
Others ....ya meeting..meeting ..and meeting, tapi maaf kalau meeting sangat confidential sehingga tidak ada foto yang diambil, namun inti masalah meeting adalah tentang persetujuan penggunaan dana oleh Kontraktor migas.
March 17, 2009
Memberi dan menerima
Sudah sebulan lebih otak ini berisi angka-angka , berisi budget, berisi perencanaan, berisi estimasi budget, ...
Sudah sebulan lebih mulut ini berbuih ..berdiplomasi, bernegosiasi, ber teriak , silent, tersenyum, berbisik,.....
Maunya blog ini saya posting agi dengan posting oil dan gas, namun lidah dan otak sudah kelu ..saya mau istirahat dulu ...well saya mau cerita kehidupan saja..
coba camkan dan renungkan prinsip ini :
Prinsip memberi dan menerima ...
1. Jika anda ingin uang yang lebih maka sudahkah anda sedekahkan uang anda saat ini ?
2. Jika anda ingin ilmu yang lebih ... pernahkah anda share ilmu yang sudah anda miliki saat ini ?
3. Jika anda ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ....sudahkah anda berikan kerja yang terbaik dari pekerjaan anda sekarang ?
4. Jika anda ingin kekasih , sudahkah anda mencintai orang tua anda , sehingga cinta anda ke calon kekasih anda tidak melebihi cinta anda ke orang tua?
5. Jika anda menginginkan seorang anak , sudahkah anda mencintai anak yatim , nafkahi mereka ..se ikhlasnya ?
dll.
Seorang Pengusaha akan lebih kaya dari seorang karyawan karena dia telah menafkahi banyak karyawan dan keluarga karyawan, dibandingkan karyawan yang hanya menafkahi keluarganya saja.
Seorang Guru besar mempunyai ilmu yang lebih karena dia selalu memberikan ilmu yang dia miliki ke muridnya
Seorang pemimpin akan mempunyai kharisma yang lebih karena dia memberikan kebijaksanaan kepada yang dipimpinya..
Seorang orang tua dititipi anak karena Allah telah yakin dia tidak akan melupakan anak yatim ketika dia telah memiliki seorang anak.
Pesan , sebelum anda menginginkan sesuatu , lihatlah kepantasan diri anda dulu, sudahkah anda memberi sebelum meminta ??
novwan
yang juga sedang belajar menerapkan hal diatas
Sudah sebulan lebih mulut ini berbuih ..berdiplomasi, bernegosiasi, ber teriak , silent, tersenyum, berbisik,.....
Maunya blog ini saya posting agi dengan posting oil dan gas, namun lidah dan otak sudah kelu ..saya mau istirahat dulu ...well saya mau cerita kehidupan saja..
coba camkan dan renungkan prinsip ini :
Prinsip memberi dan menerima ...
1. Jika anda ingin uang yang lebih maka sudahkah anda sedekahkan uang anda saat ini ?
2. Jika anda ingin ilmu yang lebih ... pernahkah anda share ilmu yang sudah anda miliki saat ini ?
3. Jika anda ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ....sudahkah anda berikan kerja yang terbaik dari pekerjaan anda sekarang ?
4. Jika anda ingin kekasih , sudahkah anda mencintai orang tua anda , sehingga cinta anda ke calon kekasih anda tidak melebihi cinta anda ke orang tua?
5. Jika anda menginginkan seorang anak , sudahkah anda mencintai anak yatim , nafkahi mereka ..se ikhlasnya ?
dll.
Seorang Pengusaha akan lebih kaya dari seorang karyawan karena dia telah menafkahi banyak karyawan dan keluarga karyawan, dibandingkan karyawan yang hanya menafkahi keluarganya saja.
Seorang Guru besar mempunyai ilmu yang lebih karena dia selalu memberikan ilmu yang dia miliki ke muridnya
Seorang pemimpin akan mempunyai kharisma yang lebih karena dia memberikan kebijaksanaan kepada yang dipimpinya..
Seorang orang tua dititipi anak karena Allah telah yakin dia tidak akan melupakan anak yatim ketika dia telah memiliki seorang anak.
Pesan , sebelum anda menginginkan sesuatu , lihatlah kepantasan diri anda dulu, sudahkah anda memberi sebelum meminta ??
novwan
yang juga sedang belajar menerapkan hal diatas
March 4, 2009
Pelari
Sekelompk laki-laki ingin menjadi pelari, ..mereka memimpikan ingin menjadi pelari terkenal.
Mereka mulai berlatih ...kemudian ikut kejuaran namun ada yang kalah, bahkan finish pun tidak. Lalu beberapa lebih keras berlatih, ..beberapa berhasil dan menjadi juara, namun sekali lagi ada juga yang finish pun tidak. Lalu sekelompok orang mulai mempelajari cara mereka berlari mungkin ada yang salah pada cara merekaberlari. setelah itu ikut lomba, dan ternyata beberapa bisa mampu finish bahkan juara .
Orang tidak sukses bekerja karena:
1. Mereka tidak tepat bekerja disitu, atau
2. Ada yang salah dalam cara bekerja mereka.
Mereka mulai berlatih ...kemudian ikut kejuaran namun ada yang kalah, bahkan finish pun tidak. Lalu beberapa lebih keras berlatih, ..beberapa berhasil dan menjadi juara, namun sekali lagi ada juga yang finish pun tidak. Lalu sekelompok orang mulai mempelajari cara mereka berlari mungkin ada yang salah pada cara merekaberlari. setelah itu ikut lomba, dan ternyata beberapa bisa mampu finish bahkan juara .
Orang tidak sukses bekerja karena:
1. Mereka tidak tepat bekerja disitu, atau
2. Ada yang salah dalam cara bekerja mereka.
Makin banyak kesulitan makin kuat anda.
Sudah beberapa minggu ini otak ini penuh dengan angka-angka, minggu kesibukan penuh dengan debat, negosiasi,belajar, mengajari, tertawa, ketakutan. Sebagaimana manusia normal segala emosi sering menghampiri saya, kadang anda yang membaca blog ini mungkin mengira saya mengajari anda semua, menasehati anda semua, memotivasi anda semua, atau memprovokasi anda semua, sebenarnya mungkin lebih dari 90 % saya sedang mengajari, menasehati , memotivasi , atau memprovokasi diri saya sendiri. Dalam rapat suatu budgetting tahunan perusahaan migas di Indonesia, kita dituntut untuk mengoptimalkan penghasilan negara, mengeffisiensikan dana dengan keteknikan yang diperlukan, namun disisi lain kita harus memperhatikan posisi-posisi rekan kita di perusahaan migas yang mungkin hanyalah perpanjangan tangan manajemen mereka, namun dibalik kerumitan itu kadang terselip kegalauan dan ketakutan akan intipan lembaga audit ataupun tudingan awam tentang dugaan korupsi dan mark up yang curiga untuk dilakukan. Tapi itulah tantangan. Seorang Kyai harusnya disebut beriman kuat jika beliau disuruh jalan-jalan ke eropa, bukan hanya ngendon di pesantren yang notebene godaan dosanya lebih sedikit.Tadi malam saya mengikuti acara motivator dari televisi yang dilakukan oleh Pak mario teguh, ada suatu kalimat yang saya sukai.
Pertanyaan : Pak mario, saya adalah dosen dan sedang kuliah lagi, tapi kenapa kok begitu buanyak kesulitan yang saya hadapi dalam penyelesain kuliah ini, dari dosen lah, masalah dana lah , dll.
Jawab : ..coba anda dengarkan baik-baik ..Anda sedang dipersiapkan menjadi orang yang luar biasa..yang sukses, oleh Tuhan. Tuhan sedang memperhatikan anda. Semua rintangan itu berat namun , Janji Tuhan anda bahwa tidak akan ada kesulitan yang Aku turunkan kepada hamba Ku yang tidak akan diselesaikannya. Semakin berat kesulitan yang Aku berikan berarti semakin kuatlah sebenarnya orang itu......Bergembiralah berarti anda calon orang yang sukses.
Gambaran sederhana, ...mmh..wanita.
Seorang wanita berjalan di trotoar yang terdapat laki-laki yang sedang nongkrong.., namun wanita itu tidak diganggu, di suit-suit in, digodain.
Apa prasangka anda ...berarti wanita itu tidak menarik, tidak cantik, dll.
Tetapi jika wanita itu CANTIK , manis, dll. Saya garansi pasti akan banyak yang akan menggodanya.
Demikian juga anda, semakin anda sering diusilin, diberi banyak kesulitan maka sebenarnya anda itu kuat, menarik, sukses dll.
March 3, 2009
Yakinlah dengan keinginan anda, ataupun cita-cita anda, cepat atau lamanya anda meraih cita-cita anda itu tergantung dengan keinginan (besar /kecil) , Fokus, dan usaha keras anda. Dari pertama kali masuk teknik mesin Unand saya bercita-cita sekali untuk bisa masuk bekerja di perusahaan konstruksi ataupun oil dan gas. Namun ditengah perjalanan timbullah rintangan-rintangan yang sebenarnya kalau dilihat secara jeli adalah rintangan yang kita timbulkan sendiri. Kita sudah berkeinginan ..namun kadang kita sendiri tidak PD dengan keinginan kita itu.
Ini tidak main-main, jika anda sudah mempunyai keinginan sesuatu anda harus siap untuk berada pada posisi keinginan anda itu. Salah kiranya kalau kita malah berfikir terbalik, seperti saya akan bertindak seperti engineer kalau saya sudah jadi engineer. Saya akan bertindak seperti dosen kalau sudah jadi dosen, Saya akan bertidak seperti manager kalau saya sudah jadi manager, atau ekstrimnya , saya akan bersedekah kalau saya sudah kaya , .....camkan apakah seperti itu kita sehari-hari.
Seharusnya, ..saya ingin jadi engineer di perusahaan minyak, berarti saya harus belajar apa saja yang harus diketahui seorang engineer minyak, saya harus sering-sering melakukan assistensi ke yunior saya sehingga ketika saya sudah tamat saya sudah terlatih untuk mengajar, saya mau bekerja di perkebunan berarti saya harus pandai berkebun, saya ingin jadi design engineer, berarti saya harus pandai mengambar dll.
Jadi ketika anda ingin menjadi sesuatu, anda harus belajar dulu apa saja syarat-syarat menjadi sesuatu itu, bukannya malah ..ah ..nantilah ..ketika saya sudah jadi engineer baru saya belajar cadwork, pdms, dll. Salah itu ...
hadits Rosululloh: “berteman dengan tukang minyak wangi, kita menjadi harum.Berteman dengan tukang pandai besi, kita akan bau bakaran bahkan terkena apinya…”.
Waktu saya memutuskan untuk masuk kedunia konstruksi fabrikasi, saya memutuskan untuk berhenti bekerja di elektronik, kemudian saya ambil kursus Welding Inspektor, ada dua di batam dan di Bandung, saya pilih di Batam, kenapa karena rata-rata peserta adalah orang yang sudah bekerja di fabrcation dan construction yard, saya ingin bergaul dengan mereka, saya ingin serap ilmu mereka, saya ingin kecipratan "harum" wangi tukang minyak wangi. Saya gambarkan pekerja itu sebagai tukang minyak wangi di hadist diatas. terbukti saya berhasil menembus Nippon Steel Batam.
Ada juga contoh lucu, saya ingin tinggal di rumah kompleks di Batam centre, yang lebih luas dan layak. Setiap hari minggu saya ajak anak istri sekedar jalan pagi disebuah kompleks perumahan mewah, ditanya istri, " kok harus disini sih, nanti diusir security loh", saya bilang begini, "kalau orang jalan pagi mau hirup udara segar, kalau kita jalan pagi kita hirup aura segar orang-orang kaya disini, terus kita buang aura jelek kita disini juga. siapa tau kita bisa beli rumah mirip rumah orang disini". Paling tidak setahun berikutnya saya sudah punya rumah komplek.
Please deh ...jangan negative thinking, jangan bilang saya sombong...ini sekedar provokasi.
Sebelum bekerja di oil dang gas, bpmigas ini pun saya sudah sedikit mempersiapkan, di Nippon steel tidak sedikit orang asing yang saya ajak berantem, sedikit banyak mental saya cukup terasah untuk ngomong ama orang asing, yah sekarang efeknya ketika bekerja di bpmigas, discuss ataupun negosiasi denga bule ataupun petinggi-petinggi , walaupun gaji ndak sama mental sudah sama.
ok sedikit itu dulu ...selamat meng-improve kehidupan anda
February 23, 2009
Production Share Contract (PSC)
Kilas balik PSC kita
-------------
PSC GENERASI PERTAMA:
Prinsip PSC pada generasi pertama adalah :
Cost Recovery dibatasi sebesar 40% dari total pendapatan per tahun.
Selisih antara Pendapatan Kotor per tahun dengan Cost Recovery (60%) dibagi antara Pertamina dan Kontraktor sebesar 65% : 35% (dimana 65% bagian Pemerintah sudah termasuk pajak Kontraktor).
Kontraktor diwajibkan memasok 25% dari bagian produksinya untuk keperluan DMO dengan harga USD 0.20/barrel.
PSC term untuk generasi pertama ini sangat simpel, dimana porsi pemerintah relatif konstan sekitar 44%*) dari produksi per tahun. Pada saat terjadi krisis energi tahun 1973 yang mengakibatkan melonjaknya harga minyak, maka Pemerintah melakukan pengaturan fiskal berupa pajak progresif terhadap “windfall profit” yang diperoleh Kontraktor. Untuk itu, pada awal tahun 1974 dikeluarkan amandemen PSC, dimana bagian (share) Kontraktor dihargai dengan USD 5 per barrel sebagai dasar perhitugan (dengan eskalasi secara proportional terhadap kenaikan harga minyak). Selanjutnya selisih antara harga minyak aktual dengan harga ini dikalikan dengan bagian Kontraktor yang kemudian di bagi (split) antara Pertamina dan Kontraktor dengan perbandingan 85:15.
*) (Share Pemerintah x 60) + (DMO yang besarnya 25% x Share Kontraktor x 60 )
PSC GENERASI KEDUA:
Pada PSC generasi pertama, aspek perpajakan belum jelas pengaturannya, bagian Pemerintah sebesar 65% dianggap sudah termasuk pajak yang dibayar oleh Kontraktor. Perubahan PSC term menjadi PSC generasi kedua ini dilakukan untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi di negara asal Kontraktor. Perubahan tersebut adalah tidak diakuinya pajak penghasilan Kontraktor di Indonesia oleh kantor pajak negara asal, dengan demikian “tax credit” Kontraktor tidak diizinkan lagi. Oleh karena itu PSC term perlu dimodifikasi sehingga tidak merugikan Kontraktor dalam rangka memanfaatkan fasilitas “tax credit” di negara asalnya.
Perubahan yang dilakukan pada PSC generasi kedua ini adalah sebagai berikut :
Cost recovery tidak lagi dibatasi dan didasarkan pada Generally Accepted Acounting principle (GAAP).
Selisih antara Pendapatan Kotor per tahun dengan Cost Recovery, Kemudian dibagi antara Pertamina dan Kontraktor masing masing sebesar 65.91% : 34.09% (minyak) 31.82% : 68.18% (gas).
Bagian Kontraktor akan dikenakan pajak total sebesar 56% (terdiri dari 45% pajak pendapatan dan 20% pajak dividen), dengan demikian pembagian bersih setelah pajak adalah : 85% : 15% (minyak) dan 70% : 30% (gas).
Dengan adanya undang undang pajak tahun 1984 dimana total pajak turun dari 56% menjadi 48%, maka untuk mempertahankan pembagian (share) diatas, pembagian produksi sebelum kena pajak diubah menjadi : 71.15% : 28.85% (minyak) dan 42.31% : 57.69% (gas).
Untuk lapangan baru, Kontraktor diberikan kredit investasi sebesar 20% dari pengeluaran kapital untuk fasilitas produksi.
Pengeluaran kapital dapat didepresiasi selama 7 tahun dengan metoda Double Declining Balance (DDB).
Modifikasi ini memungkinkan Kontraktor untuk melakukan “maximum cost recovery” dimuka, dengan demikian Kontraktor dapat memperoleh arus kas lebih awal. PSC generasi kedua ini jauh lebih baik bagi Kontraktor dibandingkan dengan PSC generasi pertama. PSC term ini menjadi kelebihan sistem PSC Indonesia dalam rangka menarik investor asing.
Resesi ekonomi dunia pada tahun 1980-an mengakibatkan penurunan permintaan minyak mentah, pasar minyak berubah dari “seller market” menjadi “buyer market” yang ditandai dengan menurunnya harga minyak. Investor mulai menurunkan aktivitas eksplorasi minyak selama periode tersebut, sementara itu biaya produksi meningkat akibat inflasi. Situasi ini diperburuk oleh kenyataan bahwa lapangan minyak yang berproduksi sudah mulai tua dan produksinya mulai menurun sehingga perlu perawatan yang lebih intensif. Kondisi buruk ini mencapai puncaknya ketika harga minyak tiba tiba anjlok dibawah USD 20 per barrel.
Pada masa masa sulit ini, Pemerintah maupun Kontraktor mengidentifikasi masalah masalah yang dihadapi antara lain :
Kriteria Komersialitas yang ditetapkan Pemerintah untuk pengembangan lapangan baru dimana bagian yang diterima Pemerintah tidak kurang dari 49% pendapatan (termasuk kewajiban pajak Kontraktor). Kriteria ini menimbulkan masalah untuk pengembangan lapangan marginal.
Anjloknya harga minyak menjadi masalah bagi Pemerintah mengingat minyak menyumbang kontribusi besar bagi APBN. Untuk lapangan lapangan yang sudah mulai menurun produksinya, minyak yang akan dibagi sudah tinggal sedikit, dengan tidak dibatasinya Cost Recovery, bisa jadi sudah tidak ada lagi minyak yang dibagi, hal ini bertentangan dengan semangat berbagi produksi (production sharing) itu sendiri.
Banyak kontrak PSC akan berakhir dalam jangka waktu 10 tahun lagi, Kontraktor kontraktor tersebut mengajukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk jaminan kepastian pengembalian investasi dan keuntungan dari kegiatan eksplorasi maupun dari proyek Secondary Recovery.
Permasalahan diatas menjadi pertimbanganpemerintah untuk melahirkan PSC term yang baru yaitu PSC generasi 3.
PSC GENERASI KETIGA:
Perlunya jaminan pendapatan bagi Pemerintah melandasi lahirnya PSC generasi 3 ini. Untuk itulah pada PSC generasi 3 diperkenalkan istilah First Tranche Petroleum (FTP) yang besarnya 20%. Ini berarti 20% dari produksi (sebelum dikurangi Cost Recovery) akan dibagi antara Pertamina dan Kontraktor.PAKET INSENTIF
Mengingat bisnis perminyakan ini sarat dengan resiko, maka pemerintah harus kreatif dalam mendisain sistem fiskal yang berlaku, perbaikan pada sistem fiskal akan mendorong investor untuk melakukan investasi khususnya untuk proyek yang mempunyai resiko yang relatif lebih tinggi, baik dari segi resiko geologis maupun resiko geografis. Proyek yang sebelumnya tidak ekonomis dengan adanya insentif akan menjadi lebih ekonomis (secara komersial layak dikembangkan). Pemberian insentif akan membuat sistem fiskal yang berlaku menjadi lebih menarik bila dibandingkan dengan negara negara lain. Bagaimanapun negara negara tersebut adalah kompetitor dalam rangka mengundang investor.
Pemerintah Indonesia telah menawarkan empat paket insentif sejak tahun 1988, Paket kebijakan insentif dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Paket Insentif Agustus 1988
Paket Insentif Februari 1989
Paket Insentif Agustus 1992
Paket Insentif Desember
Pada Paket Insetif Pertama (Agustus 1988), diberikan kredit investasi untuk kapital sebesar 17%, selain itu kriteria komersialitas dimana Pemerintah harus memperoleh minimum 49% dari Pendapatan Kotor tidak berlaku lagi, jaminan minimum untuk Pemerintah menjadi 25% dari Pendapatan Kotor. DMO dihargai sebesar 10% dari harga ekspor setelah 60 bulan produksi, selain itu untuk mendorong aktivitas eksplorasi didaerah Frontier maka pembagian produksi (sharing) dibuat lebih baik, yaitu Untuk Minyak, apabila Produksi kurang dari 50,000 Barrel Per Hari (BPH), pembagiannya 80:20, untuk Produksi (50,000–150,000 BPH) pembagiannya 85:15 dan apabila produksi lebih dari 150,000 BPH maka pembagiannya 90:10. Untuk Gas, pembagiannya 70:30. Pada paket insentif Agustus 1988 sudah termasuk adanya deregulasi dalam prosedur pengadaan
Paket Insentif Kedua (Februari 1989) berupa perubahan pembagian produksi (equity split) untuk lapangan marginal, untuk minyak yang diproduksikan dari batuan reservoir Pre-Tertiary dan untuk proyek proyek EOR serta insentif berupa kredit investasi untuk kontrak di Area Laut Dalam (Deep Sea Contract).
Paket Insentif Ketiga (Agustus 1992) dimaksudkan untuk mendorong aktivitas dalam eksplorasi gas baik diarea konvensional maupun frontier, insentif tersebut dalam bentuk perubahan pembagian produksi (equity split), kredit investasi dan DMO.
Paket Insentif Keempat dikeluarkan akhir tahun 1993, paket ini didasarkan lebih banyak kepada pertimbangan aspek geologi dan geographi, Insentif ini diberikan untuk mendorong investor melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah indonesia timur, insentif pada paket ini berupa kenaikan DMO fee dari 15% menjadi 25% dari harga ekspor dan First Tranche Petroleum (FTP) diturunkan dari 20% menjadi 15%.
------------
-------------
PSC GENERASI PERTAMA:
Prinsip PSC pada generasi pertama adalah :
Cost Recovery dibatasi sebesar 40% dari total pendapatan per tahun.
Selisih antara Pendapatan Kotor per tahun dengan Cost Recovery (60%) dibagi antara Pertamina dan Kontraktor sebesar 65% : 35% (dimana 65% bagian Pemerintah sudah termasuk pajak Kontraktor).
Kontraktor diwajibkan memasok 25% dari bagian produksinya untuk keperluan DMO dengan harga USD 0.20/barrel.
PSC term untuk generasi pertama ini sangat simpel, dimana porsi pemerintah relatif konstan sekitar 44%*) dari produksi per tahun. Pada saat terjadi krisis energi tahun 1973 yang mengakibatkan melonjaknya harga minyak, maka Pemerintah melakukan pengaturan fiskal berupa pajak progresif terhadap “windfall profit” yang diperoleh Kontraktor. Untuk itu, pada awal tahun 1974 dikeluarkan amandemen PSC, dimana bagian (share) Kontraktor dihargai dengan USD 5 per barrel sebagai dasar perhitugan (dengan eskalasi secara proportional terhadap kenaikan harga minyak). Selanjutnya selisih antara harga minyak aktual dengan harga ini dikalikan dengan bagian Kontraktor yang kemudian di bagi (split) antara Pertamina dan Kontraktor dengan perbandingan 85:15.
*) (Share Pemerintah x 60) + (DMO yang besarnya 25% x Share Kontraktor x 60 )
PSC GENERASI KEDUA:
Pada PSC generasi pertama, aspek perpajakan belum jelas pengaturannya, bagian Pemerintah sebesar 65% dianggap sudah termasuk pajak yang dibayar oleh Kontraktor. Perubahan PSC term menjadi PSC generasi kedua ini dilakukan untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi di negara asal Kontraktor. Perubahan tersebut adalah tidak diakuinya pajak penghasilan Kontraktor di Indonesia oleh kantor pajak negara asal, dengan demikian “tax credit” Kontraktor tidak diizinkan lagi. Oleh karena itu PSC term perlu dimodifikasi sehingga tidak merugikan Kontraktor dalam rangka memanfaatkan fasilitas “tax credit” di negara asalnya.
Perubahan yang dilakukan pada PSC generasi kedua ini adalah sebagai berikut :
Cost recovery tidak lagi dibatasi dan didasarkan pada Generally Accepted Acounting principle (GAAP).
Selisih antara Pendapatan Kotor per tahun dengan Cost Recovery, Kemudian dibagi antara Pertamina dan Kontraktor masing masing sebesar 65.91% : 34.09% (minyak) 31.82% : 68.18% (gas).
Bagian Kontraktor akan dikenakan pajak total sebesar 56% (terdiri dari 45% pajak pendapatan dan 20% pajak dividen), dengan demikian pembagian bersih setelah pajak adalah : 85% : 15% (minyak) dan 70% : 30% (gas).
Dengan adanya undang undang pajak tahun 1984 dimana total pajak turun dari 56% menjadi 48%, maka untuk mempertahankan pembagian (share) diatas, pembagian produksi sebelum kena pajak diubah menjadi : 71.15% : 28.85% (minyak) dan 42.31% : 57.69% (gas).
Untuk lapangan baru, Kontraktor diberikan kredit investasi sebesar 20% dari pengeluaran kapital untuk fasilitas produksi.
Pengeluaran kapital dapat didepresiasi selama 7 tahun dengan metoda Double Declining Balance (DDB).
Modifikasi ini memungkinkan Kontraktor untuk melakukan “maximum cost recovery” dimuka, dengan demikian Kontraktor dapat memperoleh arus kas lebih awal. PSC generasi kedua ini jauh lebih baik bagi Kontraktor dibandingkan dengan PSC generasi pertama. PSC term ini menjadi kelebihan sistem PSC Indonesia dalam rangka menarik investor asing.
Resesi ekonomi dunia pada tahun 1980-an mengakibatkan penurunan permintaan minyak mentah, pasar minyak berubah dari “seller market” menjadi “buyer market” yang ditandai dengan menurunnya harga minyak. Investor mulai menurunkan aktivitas eksplorasi minyak selama periode tersebut, sementara itu biaya produksi meningkat akibat inflasi. Situasi ini diperburuk oleh kenyataan bahwa lapangan minyak yang berproduksi sudah mulai tua dan produksinya mulai menurun sehingga perlu perawatan yang lebih intensif. Kondisi buruk ini mencapai puncaknya ketika harga minyak tiba tiba anjlok dibawah USD 20 per barrel.
Pada masa masa sulit ini, Pemerintah maupun Kontraktor mengidentifikasi masalah masalah yang dihadapi antara lain :
Kriteria Komersialitas yang ditetapkan Pemerintah untuk pengembangan lapangan baru dimana bagian yang diterima Pemerintah tidak kurang dari 49% pendapatan (termasuk kewajiban pajak Kontraktor). Kriteria ini menimbulkan masalah untuk pengembangan lapangan marginal.
Anjloknya harga minyak menjadi masalah bagi Pemerintah mengingat minyak menyumbang kontribusi besar bagi APBN. Untuk lapangan lapangan yang sudah mulai menurun produksinya, minyak yang akan dibagi sudah tinggal sedikit, dengan tidak dibatasinya Cost Recovery, bisa jadi sudah tidak ada lagi minyak yang dibagi, hal ini bertentangan dengan semangat berbagi produksi (production sharing) itu sendiri.
Banyak kontrak PSC akan berakhir dalam jangka waktu 10 tahun lagi, Kontraktor kontraktor tersebut mengajukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk jaminan kepastian pengembalian investasi dan keuntungan dari kegiatan eksplorasi maupun dari proyek Secondary Recovery.
Permasalahan diatas menjadi pertimbanganpemerintah untuk melahirkan PSC term yang baru yaitu PSC generasi 3.
PSC GENERASI KETIGA:
Perlunya jaminan pendapatan bagi Pemerintah melandasi lahirnya PSC generasi 3 ini. Untuk itulah pada PSC generasi 3 diperkenalkan istilah First Tranche Petroleum (FTP) yang besarnya 20%. Ini berarti 20% dari produksi (sebelum dikurangi Cost Recovery) akan dibagi antara Pertamina dan Kontraktor.PAKET INSENTIF
Mengingat bisnis perminyakan ini sarat dengan resiko, maka pemerintah harus kreatif dalam mendisain sistem fiskal yang berlaku, perbaikan pada sistem fiskal akan mendorong investor untuk melakukan investasi khususnya untuk proyek yang mempunyai resiko yang relatif lebih tinggi, baik dari segi resiko geologis maupun resiko geografis. Proyek yang sebelumnya tidak ekonomis dengan adanya insentif akan menjadi lebih ekonomis (secara komersial layak dikembangkan). Pemberian insentif akan membuat sistem fiskal yang berlaku menjadi lebih menarik bila dibandingkan dengan negara negara lain. Bagaimanapun negara negara tersebut adalah kompetitor dalam rangka mengundang investor.
Pemerintah Indonesia telah menawarkan empat paket insentif sejak tahun 1988, Paket kebijakan insentif dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Paket Insentif Agustus 1988
Paket Insentif Februari 1989
Paket Insentif Agustus 1992
Paket Insentif Desember
Pada Paket Insetif Pertama (Agustus 1988), diberikan kredit investasi untuk kapital sebesar 17%, selain itu kriteria komersialitas dimana Pemerintah harus memperoleh minimum 49% dari Pendapatan Kotor tidak berlaku lagi, jaminan minimum untuk Pemerintah menjadi 25% dari Pendapatan Kotor. DMO dihargai sebesar 10% dari harga ekspor setelah 60 bulan produksi, selain itu untuk mendorong aktivitas eksplorasi didaerah Frontier maka pembagian produksi (sharing) dibuat lebih baik, yaitu Untuk Minyak, apabila Produksi kurang dari 50,000 Barrel Per Hari (BPH), pembagiannya 80:20, untuk Produksi (50,000–150,000 BPH) pembagiannya 85:15 dan apabila produksi lebih dari 150,000 BPH maka pembagiannya 90:10. Untuk Gas, pembagiannya 70:30. Pada paket insentif Agustus 1988 sudah termasuk adanya deregulasi dalam prosedur pengadaan
Paket Insentif Kedua (Februari 1989) berupa perubahan pembagian produksi (equity split) untuk lapangan marginal, untuk minyak yang diproduksikan dari batuan reservoir Pre-Tertiary dan untuk proyek proyek EOR serta insentif berupa kredit investasi untuk kontrak di Area Laut Dalam (Deep Sea Contract).
Paket Insentif Ketiga (Agustus 1992) dimaksudkan untuk mendorong aktivitas dalam eksplorasi gas baik diarea konvensional maupun frontier, insentif tersebut dalam bentuk perubahan pembagian produksi (equity split), kredit investasi dan DMO.
Paket Insentif Keempat dikeluarkan akhir tahun 1993, paket ini didasarkan lebih banyak kepada pertimbangan aspek geologi dan geographi, Insentif ini diberikan untuk mendorong investor melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah indonesia timur, insentif pada paket ini berupa kenaikan DMO fee dari 15% menjadi 25% dari harga ekspor dan First Tranche Petroleum (FTP) diturunkan dari 20% menjadi 15%.
------------
February 16, 2009
Bekerja
Bagi yang sudah bekerja :
Senangilah pekerjaan anda
Lakukan pekerjaan yang membangun hidup anda, bukan pekerjaan yang menghabiskan hidup anda
dan yang pasti bekerjalah untuk kebaikan orang lain, dan suatu hari anda akan menyadari nikmatnya menyenangkan orang lain.
continues Improvement Ingin tahu cara membuat yang sulit menjadi mudah? Perhebat diri anda . Kesulitan itu tergantung siapa yang melihatnya. Satu hal bisa saja terlihat mudah oleh orang yang hebat, sedangkan pada saat yang sama terlihat sulit oleh orang yang tidak hebat. Lakukan hal yang belum anda kuasai, agar anda menguasainya. Gagal melakukan sesuatu yang besar lebih mulia daripada berhasil melakukan sesuatu yang kecil. Ingin penghasilan anda lebih besar daripada orang lain? Kuasai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kemampuan sama berarti penghasilan sama.
Bagi Yang Baru akan berjuang :
Orang bijak bilang :
Berubah itu memang tidak mudah. Namun jika anda cukup mencintai diri anda, anda akan berubah
Orang pintar belajar dari pengalamannya, Orang jenius belajar dari pengalaman orang lain
(tidak ada alasan bagi lulusan WI yang tidak berpengalaman untuk tidak bisa menjadi WI professional, tinggal ada keinginan kuat anda dan persiapan diri anda maka jalan akan terbentang ...Saya rasa banyak yang sudah membuktikannya)
Terkadang anda mempelajari tentang jebakan kehidupan dan mengajarkannya kepada orag lain, namun di kesempatan lain, anda sendiri terperosok dalam jebakan kehidupan yang telah anda pelajari.
Maka sadarilah, tahu dan mengalami adalah dua hal yang berbeda. Belajar dari pengalaman sendiri dan belajar dari pengalaman orang lain adalah dua hal yang berbeda.
Jika anda membaca tulisan ini dan anda sedang terperosok pada masalah yang anda rasa telah anda pelajari sebelumnya dan anda merasa bodoh karena terperosok pada sesuatu yang telah anda pelajari, camkan hal ini baik - baik :
Tuhan sedang menunjukan pada anda, sesuatu yang tidak cukup anda pelajari hanya dengan mengetahuinya dari orang lain.
Anda harus mengalaminya sendiri untuk memahaminya.
Selalu ada hal yang harus anda alami terlebih dahulu untuk dapat benar - benar mengerti.
Dan camkan satu hal, selalu ada pelajaran dari setiap episode kehidupan.
Senangilah pekerjaan anda
Lakukan pekerjaan yang membangun hidup anda, bukan pekerjaan yang menghabiskan hidup anda
dan yang pasti bekerjalah untuk kebaikan orang lain, dan suatu hari anda akan menyadari nikmatnya menyenangkan orang lain.
continues Improvement Ingin tahu cara membuat yang sulit menjadi mudah? Perhebat diri anda . Kesulitan itu tergantung siapa yang melihatnya. Satu hal bisa saja terlihat mudah oleh orang yang hebat, sedangkan pada saat yang sama terlihat sulit oleh orang yang tidak hebat. Lakukan hal yang belum anda kuasai, agar anda menguasainya. Gagal melakukan sesuatu yang besar lebih mulia daripada berhasil melakukan sesuatu yang kecil. Ingin penghasilan anda lebih besar daripada orang lain? Kuasai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kemampuan sama berarti penghasilan sama.
Bagi Yang Baru akan berjuang :
Orang bijak bilang :
Berubah itu memang tidak mudah. Namun jika anda cukup mencintai diri anda, anda akan berubah
Orang pintar belajar dari pengalamannya, Orang jenius belajar dari pengalaman orang lain
(tidak ada alasan bagi lulusan WI yang tidak berpengalaman untuk tidak bisa menjadi WI professional, tinggal ada keinginan kuat anda dan persiapan diri anda maka jalan akan terbentang ...Saya rasa banyak yang sudah membuktikannya)
Terkadang anda mempelajari tentang jebakan kehidupan dan mengajarkannya kepada orag lain, namun di kesempatan lain, anda sendiri terperosok dalam jebakan kehidupan yang telah anda pelajari.
Maka sadarilah, tahu dan mengalami adalah dua hal yang berbeda. Belajar dari pengalaman sendiri dan belajar dari pengalaman orang lain adalah dua hal yang berbeda.
Jika anda membaca tulisan ini dan anda sedang terperosok pada masalah yang anda rasa telah anda pelajari sebelumnya dan anda merasa bodoh karena terperosok pada sesuatu yang telah anda pelajari, camkan hal ini baik - baik :
Tuhan sedang menunjukan pada anda, sesuatu yang tidak cukup anda pelajari hanya dengan mengetahuinya dari orang lain.
Anda harus mengalaminya sendiri untuk memahaminya.
Selalu ada hal yang harus anda alami terlebih dahulu untuk dapat benar - benar mengerti.
Dan camkan satu hal, selalu ada pelajaran dari setiap episode kehidupan.
February 11, 2009
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar
4 Skenario
Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannyakepada kita."Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut???Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasaterima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turundari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita."Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya.Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kitamencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS : "Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. " SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.Bagaimana kira-kira perasaan kita?Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).
Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, danada orang yang menemukannya.Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?Dia adalah orang pada skenario pertama.Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.Manakah orang yang paling tidak baik?Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkanbanyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiapskenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.
Kesimpulan Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?Sebaiknya tidak.Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannyakepada kita."Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut???Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasaterima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turundari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita."Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya.Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kitamencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS : "Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. " SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.Bagaimana kira-kira perasaan kita?Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).
Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, danada orang yang menemukannya.Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?Dia adalah orang pada skenario pertama.Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.Manakah orang yang paling tidak baik?Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkanbanyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiapskenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.
Kesimpulan Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?Sebaiknya tidak.Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Subscribe to:
Posts (Atom)


























